LK. 1.1. Identifikasi Masalah
Asallamuallikum, bapak ibu guru yang sedang mengikuti Pendidikan Profesi Guru baik Dalam Jabatan mauapun PraJabatan (PPGDaljab, PPGPraJab). Tentunya banyak sekali tugas-tugas yang harus dikerjakan. adapun tugas-tugas dalam PPG ini berurutan, yakni mulai dari LK. 01 sampai LK. 2.2 .
Dimana LK. 01 hanya merangkum sejumlah modul yang didapat dari LMS masing, modul tersebut adalah Modul Pedagogi dan Profesional.
dalam LK 1.1. bapak ibu mulai menentukan masalah-masalah yang bapak ibu temui di sekolah masing-masing untuk menjadi bahan materi tugas.
berikut saya share contoh dari tugas LK.1.1 Identifikasi Maslah.
semoga bermanfaat.
LK. 1.1. Identifikasi Masalah
|
No. |
Jenis Permasalahn |
Masalah yang Diidentifikasi |
Analisis Identifikasi Masalah |
|
1. |
Pedagogik, literasi, dan
numerasi. |
a. Guru masih kesulitan
beradaptasi terhadap perubahan kurikulum baru. (Pedagogik) |
1. Komposisi jumlah jam pelajaran
yang relatif banyak perminggu. 2. Kurangnya referensi buku
pegangan guru. |
|
b. Kedisiplinan guru yang masih
rendah. (Pedagogik) |
1. Beberapa guru masih sering
terlambat masuk kelas 2. Guru mengakhiri pelajaran
sebelum waktu jam pelajaran berakhir 3. Masih ada guru yang terlambat
datang ke sekolah. 4. Banyaknya tugas tambahan diluar
tugas pokok sebagai guru, sering menyebabkan guru tidak masuk ke kelas dan
hanya memberikan penugasan kepada siswa.
|
||
|
c. Kurangnya minat dan motivasi
guru untuk mengembangkan potensi diri. (Pedagogik) |
1. Guru masih kurang inisiatif
dalam mengikuti pelatihan- pelatihan untuk pengembangan diri, karena Masih
banyak guru yang ketika mengikuti pelatihan harus diperintah sama atasan. 2. Banyak guru yang tidak terlibat
dalam kegiatan MGMP di mapelnya masing-masing. 3. Guru merasa puas dengan ilmu
yang dimiliki. |
||
|
d. Minat membaca siswa masih
rendah. (literasi) |
1. Siswa cepat bosan dalam membaca
materi pelajaran 2. Banyak siswa yang diam ketika
ditanya materi yang sudah disampaikan. 3. Ketika jam kosong banyak siswa
yang lebih suka bermain game dari pada membaca materi pelajaran. 4. Hanya sebagian kecil siswa yang
mengunjungi perpustakaan ketika istirahat.
5. Siswa lebih senang dengan
pelajaran olahraga dan praktik kejuruan. 6. Ketika diberi soal-soal bacaan
yang panjang siswa cenderung malas untuk membacanya. |
||
|
e. Penguasaan anak pada konsep
dasar komputer masih kurang dan beragam. (Numerasi) |
1. Masih banyak siswa yang kurang
memahami konsep hitung matematika. 2. Tidak adanya pengalaman tentang
materi TIK di jenjang sebelumnya. 3. Kurangnya sarana dan prasarana
(peralatan komputer) yang dimiliki siswa. 4. Siswa lambat dalam melakukan
perhitungan. |
||
|
f. Daya tangkap siswa masih
rendah, terutama dalam pembelajaran yang berkaitan dengan perhitungan,
seperti pada materi subnetting pada ip address (Numerasi). |
1. Banyak siswa yang kesulitan
menjawab soal perhitungan subnetting. 2. Siswa kurang berlatih ragam
jenis soal perhitungan subnetting 3. Kemampuan dasar perhitungan
siswa masih kurang. 4. Siswa banyak yang mengalami
kesulitan dalam menghitung konversi bilangan. |
||
|
|
|
g. Motivasi belajar siswa rendah |
1. Siswa mudah bosan dengan
penjelasan materi dari guru yang terlalu lama. 2. Siswa cepat puas dengan hasil
belajar yang diperolehnya, meski itu tergolong kurang dari KKM 3. Siswa menyepelekan terhadap
tugas yang diberikan guru. 4. Siswa menyepelekan terhadap
pelaksanaan ulangan. |
|
2. |
Kesulitan belajar siswa
termasuk siswa berkebutuhan khusus dan masalah pembelajaran (berdiferensiasi)
di kelas berdasarkan pengalaman mahasiswa saat menjadi guru. |
a. Siswa kesulitan memahami materi
dari guru. |
1. Siswa kurang fokus saat guru
menyampaikan materi. 2. Siswa asik bermain sendiri saat
pelajaran. 3. Banyak siswa yang remidi ketika
diadakan evaluasi pembelajaran. |
|
b. Keaktifan dan respon siswa
dalam pelajaran kurang. |
1. Banyak siswa yang pasif saat
diberi pertanyaan dari guru. 2. Hanya siswa-siswa tertentu yang
berani dan aktif bertanya saat pelajaran 3. Masih banyak siswa yang malu
bertanya saat diskusi sehingga perlu diberi stimulus. |
||
|
3 |
Membangun relasi/hubungan
dengan siswa dan orang tua siswa. |
a. Kurangnya dukungan penuh
terhadap orang tua mengenai pendidikan anak. |
1. Orang tua sibuk dengan
pekerjaannya sehingga kurang perduli dengan proses belajar anak. 2. Orang tua kurang perduli dengan
hasil prestasi belajar anak. 3. Masih ada beberapa siswa yang
berhenti sekolah, baik di jenjang kelas X, XI atau XII. |
|
b. Hubungan guru dan murid belum
terbangun secara hangat. |
1. Siswa masih merasa takut dengan
guru yang mempunyai sifat tegas dalam proses belajar mengajar 2. Siswa masih malu menyampaikan
bahwa dirinya belum memahami materi yang disampaikan oleh guru. |
||
|
c. Kurangnya etika saat siswa
berhubungan dengan guru |
1. Masih ditemui saat siswa
berkomunikasi langsung dengan guru etika sopan santunnya kurang. 2. Siswa tidak mengindahkan
teguran dari guru 3. Ketika berkomunikasi lewat WA
bahasa siswa kurang sopan. |
||
|
4 |
Pemahaman/ pemanfaatan
model-model pembelajaran inovatif berdasarkan karakteristik materi dan siswa. |
a. Guru belum banyak mengexplore
model-model pembelajaran inovatif. |
1. Guru sering menggunakan metode
ceramah, sehingga pembelajaran masih monoton. 2. Pembelajaran masih berfokus
pada satu model pembelajaran tertentu. 3. Pembelajaran masih berfokus
pada teacher center. |
|
b. Guru kesulitan menerapkan model
pembelajaran inovatif. |
1. Guru kurang memahami
langkah-langkah model pembelajaran inovatif 2. Guru belum terbiasa membuat
media pembelajaran interaktif 3. Adanya tugas tambahan lainnya,
menyebabkan guru kesulitan managemen waktu untuk membuat jobsheet dan
perangkat pembelajaran inovatif lainnya. |
||
|
5 |
Materi terkait Literasi
numerasi, Advanced material, miskonsepsi, HOTS. |
a. Buku Paket pegangan siswa
terbatas |
1. Siswa tidak mempunyai buku
paket sendiri untuk referensi belajar di rumah. 2. Peminjaman satu buku untuk dua
siswa saat pelajaran. |
|
b. Guru kesulitan membuat
soal-soal hots |
1. Guru belum terbiasa membuat
soal analisis 2. Referensi belajar guru kurang. |
||
|
c. Guru belum memanfaatkan meteri
yang bersifat advance. |
1. Guru kurang update materi
terbaru 2. Guru kurang memahami referensi
terbaru dari materi yang akan disampaikan. 3. Perangkat pembelajaran kurang
mendukung. |
||
|
d. Siswa kesulitan menjawab soal
hots |
1. Kebiasaan siswa menjawab soal
sebatas berdasarkan teks bacaan. 2. Siswa kurang memahami materi
yang dijelaskan oleh guru. 3. Siswa malas membaca soal-soal
panjang. |
||
|
6 |
Pemanfaatan
teknologi/inovasi dalam pembelajaran. |
a. Penggunaan gawai belum
dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa. |
1. Siswa lebih sering bermain game
dan sosial media lainnya. 2. Kurangnya inisiatif dari siswa
untuk mencari referensi sumber belajar lain di internet dengan gawainya. 3. Siswa masih sering terlihat
asik melihat tayangan lainnya di youtube dari pada melihat tayangan yang
bersifat edukasi. |
|
b. Belum maksimalnya pemanfataan
teknologi untuk pembelajaran. |
1. Pembelajaran masih dominan
menggunakan metode ceramah dan media power point, belum memanfaatkan media pembelajaran online lainnya. 2. Guru masih nyaman menggunakan
buku paket dan Buku LKS. 3. Kurangnya pemahaman dari guru
dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. 4. Guru tidak ingin repot dan
tidak menyempatkan waktu untuk belajar membuat pembelajaran yang inovatif. 5. Guru kurang proaktif dalam
mengikuti pelatihan-pelatihan. |
Komentar
Posting Komentar